Google Search diluncurkan di Indonesia pada tahun 2012. Sejak saat itu, kami terus mencari berbagai cara baru untuk membuat proses penelusuran informasi jadi lebih alami dan intuitif.
Selama bertahun-tahun, kami telah mengembangkan berbagai cara yang benar-benar baru untuk menelusuri informasi, dengan didukung oleh kemajuan terbaru kami di bidang AI — baik dalam penelusuran secara visual dengan Google Lens, atau lintas modalitas, dengan menggunakan gambar dan teks dengan teknologi multi-penelusuran. Bahkan, data kami menunjukkan bahwa di seluruh dunia, ada lebih dari 12 miliar penelusuran melalui Google Lens setiap bulannya — meningkat empat kali lipat hanya dalam waktu dua tahun, dan banyak di antaranya merupakan penelusuran multi-modal yang jumlahnya semakin meningkat.
Dalam acara Google I/O yang diselenggarakan pada bulan Mei lalu, kami menyampaikan langkah pertama kami di era baru Google Search ini dan memperkenalkan Search Labs, yaitu sebuah cara baru untuk mengakses eksperimen di Google Search, termasuk kemampuan AI generatif. Hari ini, dengan bangga kami umumkan bahwa Search Labs dan Search Generative Experience (SGE), akan hadir di Indonesia dan akan tersedia dalam Bahasa Indonesia, menjadi salah satu dari 6 bahasa lain yang tersedia di seluruh dunia.
Meningkatkan kualitas Penelusuran dengan AI generatif
Berbagai terobosan baru di bidang AI generatif memungkinkan kami untuk membayangkan kembali hal-hal yang dapat dilakukan mesin pencari, seperti membantu menjawab berbagai pertanyaan sehari-hari, dan mentransformasi cara mengelola informasi. Eksperimen terbaru kami akan membantu pengguna memahami berbagai macam topik, mendapatkan sudut pandang dan wawasan baru, mengakses informasi yang mereka perlukan, dan menyelesaikan berbagai aktivitas dengan lebih mudah.
Sebagai contoh, mari kita lihat pertanyaan seperti “belajar ukulele vs gitar”. Biasanya, kita akan memecah pertanyaan ini menjadi beberapa pertanyaan yang lebih sederhana, lalu memilah dari begitu banyaknya informasi yang tersedia, untuk kemudian menyatukan kepingan-kepingan informasi yang benar-benar dibutuhkan. Dengan AI generatif, Google Search akan mempermudah semua kompleksitas proses itu untuk Anda.
Anda akan melihat ringkasan buatan AI yang berisi informasi penting untuk dipelajari, disertai link-link relevan untuk menggali informasi lebih dalam. Di bawah ringkasan tersebut, Anda akan melihat saran langkah-langkah selanjutnya, dan Anda juga bisa mengajukan pertanyaan lanjutan seperti “[Berapa lama untuk belajar ukulele?]”. Jika Anda mengetuk pertanyaan tersebut, Anda akan diarahkan ke mode percakapan untuk bertanya langsung ke Google terkait topik yang sedang Anda eksplorasi.
Konteks akan tetap terjaga dan saling terhubung dari pertanyaan satu ke yang lain, dengan begitu Anda dapat terus menjelajah informasi secara lebih alami. Anda juga akan menemukan poin-poin referensi berguna ke konten yang ada di internet dan sejumlah perspektif yang dapat ditelusuri lebih dalam.
Menampilkan berbagai pandangan dan sumber
Saat kami menghadirkan AI generatif ke Google Search, kami berkomitmen untuk terus mengirimkan traffic yang bernilai ke berbagai situs yang ada di internet, dan kami memberikan tempat terdepan untuk link dari sumber lain di SGE. Dengan SGE, kami memunculkan lebih banyak link ke situs lain, dan link ke sumber-sumber yang lebih beragam di halaman hasil penelusuran, sehingga beragam konten punya banyak peluang baru untuk ditemukan. Pengalaman ini kami rancang agar lebih mempermudah pengguna menemukan konten yang ada di internet, serta mengunjungi situs untuk mendalami topik yang sedang mereka cari.
Sejalan dengan itu, Iklan tetap menjadi bagian penting yang mendukung internet. Dalam pengalaman generatif baru ini, iklan Penelusuran akan tetap muncul di slot iklan khusus yang ada di halaman web. Dan kami akan terus menjunjung tinggi komitmen kami terkait transparansi iklan dan memastikan iklan dapat dibedakan dari hasil penelusuran organik. Ketika muncul, iklan Penelusuran akan menampilkan label “Bersponsor” dengan jelas dan transparan dalam teks hitam tebal.
Menggunakan pendekatan yang bertanggung jawab
AI Generatif dan Model Bahasa Besar (LLM) diketahui memiliki sejumlah keterbatasan, dan bahkan hingga saat ini, Google Search tidak selalu memberikan hasil yang tepat. Teknologi ini merupakan sebuah eksperimen, tetapi kami menggunakan pendekatan yang bertanggung jawab dan sangat berhati-hati untuk menghadirkan kemampuan AI generatif baru ke Google Search. Di Google, kami berupaya memastikan semua inovasi kami aman sejak awal, secara desain, otomatis dan secara default, dan mengutamakan privasi. Kami telah melatih model yang digunakan SGE agar tetap menjaga standar kualitas yang tinggi dan kami akan terus meningkatkannya seiring waktu. Jika Anda ingin mengevaluasi sendiri informasi yang ada dalam hasil pencarian, Anda bisa memperluas tampilannya untuk melihat sumber yang mendasari hasil tersebut dan mengkliknya untuk mempelajarinya lebih dalam.
Daftar eksperimen ini sekarang!
Kami menghadirkan Search Generative Experience (SGE) sebagai eksperimen di Search Labs. Search Labs adalah sebuah cara baru bagi Anda untuk ikut menguji berbagai produk dan ide baru yang sedang kami eksplorasi. Dengan mendaftar, anda akan dapat mencoba eksperimen tahap awal, dan memberikan masukan langsung kepada tim yang mengerjakannya. Search Labs akan memberikan cara baru yang menyenangkan dan kreatif untuk mencoba berbagai fitur baru di Penelusuran dan menjelajahi informasi.
Ketuk ikon Labs di Google app (Android and iOS) atau browser Chrome versi terbaru untuk memulai, dan kunjungi labs.google.com/search untuk mempelajari lebih lanjut.
(kiri-kanan) Reza Alqadri, Muhammad Neil El Himam (Kemenparekraf) Candra Darusman (AMI), Tami Aulia, Danny Ardianto dan Paul Smith (YouTube) di acara Road to AMI Awards 2023
Penghargaan Musik Indonesia atau AMI Awards kembali digelar untuk memberikan penghargaan kepada insan kreatif musik Indonesia. Tahun ini, AMI memberikan penghargaan kepada para musisi tradisional yang selama ini telah berjasa membangun, melestarikan dan memajukan musik tradisional Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, YouTube sebagai platform video online dengan ratusan juta pengguna dan kreator di Indonesia, berkomitmen untuk berkontribusi terhadap pembangunan manusia dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Menurut data laporan YouTube Impact Report tahun 2023, lebih dari 400 ribu kreator dan mitra di Indonesia mempekerjakan orang lain untuk mengelola channel YouTube mereka. Laporan tersebut juga menyatakan bahwa:
83% perusahaan musik yang memiliki channel YouTube setuju bahwa YouTube penting untuk memperkenalkan artis dan/atau musik baru,
82% perusahaan musik dengan saluran YouTube setuju bahwa YouTube membantu mereka menjangkau audiens baru di seluruh dunia,
77% perusahaan musik dengan saluran YouTube setuju bahwa YouTube telah meningkatkan bakat kreatif di industri musik, dan
Sebanyak 86% kreator yang menghasilkan uang dari YouTube setuju bahwa pendapatan dari iklan pada konten YouTube mereka merupakan sumber penghasilan yang penting bagi mereka.
“Sejak YouTube hadir di Indonesia, platform multi-format dan multi-category ini membawa dampak besar bagi kemajuan industri musik di Indonesia. Tidak hanya membantu menemukan talenta baru dari seluruh pelosok negara, tapi juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi musisi tanah air untuk terhubung dengan audiens di seluruh dunia. YouTube juga memungkinkan para musisi tanah air untuk memperoleh penghasilan dari melakukan hal yang mereka gemari. Sebuah apresiasi dan dukungan nyata kepada industri musik dan talenta anak bangsa. Hal ini sejalan dengan misi AMI Awards yang telah diselenggarakan selama 26 tahun. Ini adalah bentuk komitmen Yayasan Anugerah Musik Indonesia untuk menghadirkan apresiasi kepada insan musik Tanah Air terhadap karya para musisi Indonesia. Kami berharap dukungan, sinergi dan kolaborasi yang baik antara YouTube dan industri musik akan terus terbina, dan bersama kita manfaatkan teknologi yang terus mendukung artis, penulis lagu, produser, dan industri secara keseluruhan sambil memberikan nilai bagi penggemar dan menciptakan inovasi dan membuka kreativitas tanpa batas yang tidak melupakan juga terus menghormati perlindungan hak - hak musisi tanah air," kata Candra Darusman, Ketua Umum Yayasan AMI.
Paul Smith, Managing Director, YouTube Music, Asia Pasifik di acara Road to AMI Awards 2023
“Musik merupakan jantungnya kebudayaan Indonesia, dan kami sangat senang bisa menjadi bagian darinya: Dari kreator asal Lombok, Tami Aulia, hingga Afgan yang telah menembus panggung internasional - kreator dan musisi Indonesia terus mendefinisikan ulang apa artinya menjadi seniman dan entertainer masa kini. Kami bangga akan antusiasme yang luar biasa dari para penikmat musik di Indonesia, yang terus membuktikan bahwa YouTube adalah sebuah platform multiformat terbuka yang menjadi penghubung dan sarana kolaborasi, membawa dampak ekonomi signifikan secara langsung maupun tidak langsung yang nyata, juga memungkinkan talenta lokal untuk dibina, ditemukan, dan ditampilkan di platform global - menjadikan YouTube sebagai tempat terbaik bagi setiap penggemar dan artis sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian digital Indonesia,” tanggap Paul Smith, Managing Director, YouTube Music, Asia Pasifik.
“Kita harus bisa memanfaatkan teknologi seperti platform YouTube untuk dapat mengembangkan diri di industri musik tidak hanya sebagai tempat untuk mencari audience tapi juga sebagai wadah untuk mencari informasi, mencari inspirasi atau belajar dari musisi yang terdahulu, baik dari musisi lokal maupun internasional supaya kita bisa berkembang lebih baik lagi,” tutup Tami Aulia, konten kreator YouTube, salah satu musisi asal Lombok yang saat ini yang memiliki channel dengan lebih dari 3,96 juta subscriber dan ditonton total lebih dari 900 juta kali.
Semakin saling terhubungnya orang, brand, dan organisasi sebagai akibat dari perkembangan teknologi, tidak hanya membawa perubahan pada masyarakat, tetapi juga dampak ekonomi. Hari ini, YouTube ingin mengumumkan laporan baru yang disusun bersama firma konsultan independen Oxford Economics, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekosistem kreator dan partner YouTube telah menghasilkan nilai ekonomi yang cukup besar bagi ekonomi Indonesia.
Laporan ini mendapati bahwa YouTube merupakan platform multiformat yang tidak hanya memberikan manfaat finansial langsung dan tidak langsung yang nyata bagi para kreator, tetapi juga membantu mereka menjangkau audiens global dan mengeksplorasi berbagai sumber pendapatan lain melalui kemitraan brand, pertunjukan live, dan banyak lagi. Hasilnya pun dapat dinikmati oleh lebih banyak pihak yang terlibat dalam pekerjaan mereka, bukan hanya kreator atau creative entrepreneur saja. Saat ini, lebih dari 400 ribu kreator dan partner di Indonesia mempekerjakan orang lain untuk menggarap channel YouTube mereka.
Lebih jauh lagi, laporan ini menyoroti dampak dan pengaruh perkembangan basis kreator YouTube di Indonesia, beserta efek riaknya pada keseluruhan ekonomi kreatif di lima vertical, yaitu Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Pendidikan, Kreatif, Musik, dan Media.
Selama lebih dari 11 tahun, YouTube telah mendukung para creative entrepreneur untuk mengejar target profesional mereka, memfasilitasi mereka untuk berbagi minat dan ide dengan khalayak luas, sambil menghasilkan uang dari sana. YouTube telah berkembang dari sekadar tempat untuk meng-upload dan membagikan video menjadi platform untuk menemukan audiens, terhubung dengan mereka, dan terus mengembangkan bisnis. Ekonomi kreator di negara ini berpotensi untuk menjadi suatu soft power, sebagai faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan bahkan budaya.
Tiga tahun yang lalu, kreator Indonesia hanya memiliki satu cara monetisasi di YouTube, yaitu Program Partner YouTube (YPP), saat ini, mereka dapat membangun bisnis dan menghasilkan uang dengan 8 cara di YouTube.
Tentang kontribusi ekonomi YouTube, Gautam Anand, Vice President & Managing Director, YouTube Asia Pacific, berkata, “Saya senang sekali melihat dampak dan pengaruh nyata ekonomi kreatif YouTube di Indonesia. Semakin banyak kreator Indonesia menemukan peluang dan audiens di YouTube. Lebih dari 600.000 kreator di Indonesia telah menerima pendapatan yang terkait dengan kehadiran mereka di YouTube, dan lebih dari 6.000 channel di Indonesia telah menghasilkan uang dari produk monetisasi alternatif pada bulan Desember (2022) saja, naik sebesar 170% dibandingkan tahun sebelumnya. Seiring kreator dan artis kita membangun generasi baru perusahaan media dengan jangkauan global, dampak mereka pada kesuksesan ekonomi secara menyeluruh jelas akan bertambah besar. Kami terus berfokus untuk mengembangkan ekosistem kreatif ini dan membantu para kreator untuk sukses melalui berbagai program partner, inisiatif peningkatan kemampuan, dan opsi monetisasi lainnya.”
Keberhasilan ratusan ribu kreator ini, ditambah ketersediaan berbagai format konten di satu platform, telah menginspirasi lebih banyak orang untuk menggunakan YouTube agar dapat memadukan berbagai format narasi kreatif dengan mudah dalam mengembangkan channel dan bisnis mereka. Sebanyak 86% kreator yang menghasilkan uang dari YouTube setuju bahwa pendapatan dari iklan pada konten YouTube mereka merupakan sumber penghasilan yang penting bagi mereka, sedangkan 73% UKM yang menggunakan YouTube setuju bahwa platform ini sangat penting untuk pertumbuhan bisnis mereka.
“Seiring dunia yang kian terhubung, YouTube telah menjadi platform berbagi video yang menginspirasi banyak kreator untuk tidak hanya menuangkan ide kreatif mereka, tetapi juga membuat aktivitas mereka menjadi bisnis yang menguntungkan. Pada 2022, data internal kami menunjukkan jumlah channel yang menghasilkan Rp100 juta per tahun telah naik sebesar 35% dari tahun ketahun. Namun, pelajaran yang kami petik adalah, keberhasilan para kreator ini tidak hanya dinikmati oleh mereka saja, tetapi juga orang lain di sekeliling mereka. Khususnya, laporan ini menunjukkan bahwa lebih dari 400 ribu kreator dan partner di Indonesia mempekerjakan orang lain untuk menggarap channel YouTube mereka dan 81% kreator yang menghasilkan uang dari YouTube setuju bahwa YouTube telah memunculkan peluang untuk orang-orang di komunitas mereka,” jelas Olavina Harahap, Senior Product Marketing Manager, YouTube Southeast Asia.
YouTube juga memberikan dampak yang lebih dalam, bukan hanya efek riak ekonomi kreator Indonesia saja. Ini dibuktikan dengan kemitraan yang telah lama kami jalin dengan industri berita Indonesia serta semua hal yang telah kami lakukan untuk mendukung perusahaan media. Terbukti dengan hampir 70% perusahaan media setuju bahwa YouTube merupakan sumber pendapatan yang penting bagi mereka, sementara 73% perusahaan media yang memiliki channel YouTube setuju bahwa YouTube membantu mereka menjangkau audiens baru di seluruh dunia.Tidak hanya oleh perusahaan media, dampak YouTube pun dirasakan oleh para kreator dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Menurut laporan ini, 76% pengguna setuju bahwa YouTube menyediakan kesempatan belajar dan berkembang yang sama bagi semua orang. Perusahaan media maupun musik yang memiliki channel YouTube pun mengiyakan bahwa platform ini tidak hanya meningkatkan ketersediaan talenta kreatif di industri mereka, tetapi juga membantu mereka untuk tampil di hadapan penonton global.
Salah satu dari banyak contoh nyata yang bisa kita temukan adalah Paman APIQ, salah satu channel matematika terbesar di Indonesia milik seorang guru dari Bandung bernama Agus, yang terkenal dengan trik matematika 7 detiknya. Selain itu, ada juga musisi dari Lombok bernama Tami Aulia, yang memulai perjalanannya dari seorang mahasiswi yang senang belajar dan berbagi pengetahuan tentang musik sambil membawakan ulang lagu-lagu populer. Kini, dia telah menjadi musisi full-time dengan channel yang memiliki lebih dari 3,96 juta subscriber dan ditonton total lebih dari 900 juta kali.
“Menurut saya, YouTube punya jangkauan paling luas dibanding platform lain. Komunitas YouTube yang kuat juga mendorong dan menantang saya untuk terus berkreasi dan membagikan konten resep memasak yang dapat digunakan masyarakat Indonesia untuk usaha rumahan mereka ataupun untuk dimakan sendiri. Saya senang sekali saat mendengar beberapa penonton saya berhasil membuka usaha rumahan karena mengikuti resep yang saya bagikan di YouTube,” kata Devina Hermawan, Chef, Kreator Konten, Wirausaha, dan Penulis.
Dengan terus tumbuh pesatnya komunitas kreatif ini, di mana segala macam kreator dari seluruh nusantara berkarya membuat konten yang menghibur dan bermanfaat, YouTube sungguh telah menjadi tempat belajar dan bereksplorasi bagi ratusan juta masyarakat Indonesia, sekaligus menunjukkan unsur-unsur terbaik dari budaya Indonesia kepada dunia.
Data Google Trends di Indonesia menunjukkan penelusuran “HP Lipat” di YouTube dan Google tumbuh lebih dari 56%. Dengan banyaknya pilihan yang tersedia di pasar, 1 dari 2 orang Indonesia yang disurvei mengandalkan Google dan YouTube sebagai saluran utama untuk mendapatkan informasi terkait smartphone premium, diikuti oleh media sosial, TV/radio, media cetak, dan papan reklame.
Hal ini penting mengingat Indonesia merupakan pasar smartphone dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, dengan lebih dari 80% penduduknya memiliki smartphone. Indonesia juga merupakan pasar smartphone terbesar keempat di dunia, dengan jumlah pengguna smartphone diperkirakan meningkat 3x lipat hingga tahun 2025 dibandingkan tahun 2015, menjadikan Indonesia sebagai pasar utama untuk smartphone lipat. Meskipun telah ada di pasaran selama beberapa tahun, smartphone lipat kembali populer di kalangan masyarakat Indonesia dengan teknologi yang lebih canggih.
Tren smartphone lipat di Indonesia
Melihat tren yang meningkat tersebut, tahun ini Google melakukan survei konsumen dan menyampaikan insight dari survei tersebut. Samsung dan Infinix juga membahas faktor-faktor yang membentuk pertimbangan masyarakat Indonesia untuk membeli smartphone lipat. Reviewer teknologi populer, Dedy Irvan dari Jagat Review, dengan lebih dari 1,3 juta subscriber di YouTube, turut berbagi perspektif mengenai apa saja yang dicari konsumen saat membeli smartphone.
Berdasarkan hasil survei konsumen, ditemukan bahwa 3 dari 5 (62%) responden menginginkan smartphone lipat saat mereka nanti membeli smartphone baru. Survei dilakukan terhadap 1.514 responden berusia 18 – 55 tahun di berbagai provinsi di Indonesia.
Hal utama yang mendorong daya tarik smartphone lipat bagi masyarakat Indonesia dibandingkan smartphone biasa adalah inovasinya, dengan 7 dari 10 orang Indonesia melihat smartphone lipat sebagai “inovasi tercanggih” saat ini. Namun, faktor terbesarnya adalah bahwa smartphone lipat dipandang sebagai produk yang dapat lebih meningkatkan produktivitas, gaya hidup, dan kenyamanan.
“Masyarakat Indonesia memiliki minat tinggi untuk mengeksplorasi inovasi teknologi baru, tetapi mereka juga sangat mengutamakan produktivitas dan kenyamanan, apa lagi rata-rata orang Indonesia menggunakan smartphone lebih dari 5,7 jam setiap hari,” kata Stephanie Elizabeth, Tech Industry Lead, Google Indonesia. “Berdasarkan survei, masyarakat Indonesia dari berbagai usia mencari smartphone yang dapat membantu mereka menjadi lebih produktif dan efisien. Dengan banyaknya eksposur terhadap manfaat perangkat lipat di YouTube dan Google, kami yakin itu juga membuat mereka membayangkan hal apa saja yang dapat dilakukan oleh produk-produk ini, sehingga membuat mereka makin berminat terhadap smartphone premium ini.”
Hampir 9 dari 10 responden setuju bahwa smartphone lipat model “flip” menawarkan kenyamanan dan manfaat gaya hidup yang lebih baik dibandingkan smartphone biasa. Alasan paling populer masyarakat Indonesia mempertimbangkan untuk membeli smartphone lipat adalah faktor-faktor seperti portabilitas (ukurannya yang ringkas), kemudahan untuk melakukan panggilan video (tanpa perlu memegang smartphone), dan untuk membuat konten; serta dipandang sebagai aksesori yang stylish. Sedangkan smartphone lipat yang modelnya seperti “buku” dinilai lebih unggul dalam fitur produktivitasnya, di mana layarnya yang lebih besar memudahkan pengguna memakainya untuk bekerja, dipadukan dengan fungsi tablet PC, atau kemampuan multitasking yang lebih baik dibandingkan smartphone biasa.
"Pasar foldable smartphone tercipta sejak kami memperkenalkan Galaxy Fold pertama di 2019. Menyikapi pasar yang terus tumbuh, kami bekerja sama dengan Google untuk menyempurnakan pengalaman HP Lipat di Galaxy Z Fold5 | Z Flip5 dengan fitur-fiturnya yang lebih relevan untuk penggunanya. Design Galaxy Z Flip5 yang mungil dan personal menjadi daya tarik utama yang membuat anak muda ikut tren join the flip side. Bekerjasama dengan Google telah menghadirkan pengalaman menjalankan berbagai aplikasi mulai dari video call, Google Maps, hingga menonton Youtube langsung di bigger cover screen. Kemitraan ini juga melahirkan kemampuan multitasking yang semakin optimal di layar besar Galaxy Z Fold5 dan S Pen, seperti task bar layaknya sebuah PC, hingga konektivitas antar perangkat yang semakin mudah dan lancar akan lebih mendukung produktivitas dan kreativitas penggunanya," jelas Lo Khing Seng, Head of MX Business, Samsung Electronics Indonesia terkait inovasi Samsung pada smartphone lipat.
Alur pembelian dan hal-hal yang harus dipertimbangkan oleh brand
Karena 50% konsumen cenderung membeli merek smartphone berbeda dari yang mereka miliki sebelumnya, hal ini menjadi peluang bagi marketer. Konsumen pun tetap berpikiran terbuka, dengan 81% responden mempertimbangkan setidaknya dua merek ketika mulai mencari-cari smartphone baru.
Dengan jutaan penayangan video terkait smartphone lipat di kanal kreator teknologi, hal ini menunjukkan peningkatan positif minat masyarakat Indonesia yang ingin memahami fitur dan manfaat produk. YouTube dipandang sebagai layanan video nomor satu di Indonesia yang menurut mereka paling banyak ditonton, survei konsumen kami menunjukkan satu dari dua calon pembeli mengandalkan ulasan dari pembuat konten sebelum melakukan pembelian. Meningkatnya popularitas video semacam ini membuat para marketer perangkat perlu memastikan bahwa merek mereka mudah ditemukan ketika masyarakat Indonesia mencari perangkat lipat di internet. Iklan video tetap efektif, dengan 84% penonton di Indonesia setuju bahwa iklan yang mereka lihat di video YouTube membuat mereka lebih cenderung mempertimbangkan suatu merek atau produk.
Menanggapi bagaimana konten video dapat mendorong strategi pemasaran, Chris Xu, General Manager Infinix Indonesia menjelaskan, “Di Infinix, kami tetap terhubung dengan konsumen muda melalui keterlibatan aktif dengan para kreator konten video. Keterlibatan ini merupakan komponen penting dari strategi pemasaran yang memungkinkan Infinix dapat efektif menjangkau para konsumen muda. Riset terbaru Infinix juga menunjukkan, hampir 70% pengguna menggunakan platform YouTube untuk mencari tahu tentang produk terbaru atau produk yang akan diluncurkan Infinix. Inilah alasan kreator video di YouTube berpengaruh signifikan dalam keputusan konsumen membeli produk".
Menariknya, survei ini menunjukkan bahwa hanya 4 dari 10 konsumen memilih untuk membeli dari toko resmi, baik offline maupun online, dibandingkan ritel yang menjual multi merek. Hal ini juga menandakan peluang bagi setiap merek untuk memiliki strategi saluran penjualan yang kuat, memastikan staf penjualan mereka siap, dan mereka juga memiliki keberadaan kuat di internet, terutama karena smartphone lipat masih relatif baru di pasar.