Keragaman budaya dan bahasa, pertumbuhan ekonomi, akselerasi teknologi dalam perputaran informasi menjadi bagian dari terbentuknya memori dan keunikan berbagai bangsa, termasuk Indonesia, yang terjadi setiap tahunnya. Sederetan peristiwa yang hadir dalam satu jangka waktu tersebut menjadi cara adaptasi bagi masyarakat untuk terus berkarya memberikan inovasi yang konstruktif.
Hari ini Google Indonesia kembali mengumumkan Year in Search 2023 yang membagikan berbagai momen dan tren sepanjang tahun 2023 berdasarkan penelusuran yang dilakukan masyarakat di Indonesia. Tahun ini, 8 kategori yang diumumkan, diantaranya: Mengapa, Apa, Siapa, Lirik Lagu, Resep, Film/Serial TV, Berita, Olahraga.
Semakin bijak dan kritis dalam memanfaatkan akses internet
2023, menjadi tahun penuh harapan dan kembali memulai untuk bangkit dan terus maju bagi Indonesia. Dengan terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan beberapa perhelatan internasional pada tahun 2023, di antaranya KTT Asean 2023 dan Piala Dunia U-17, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan negara dalam kancah internasional. Pencarian seputar “jadwal Piala Dunia U-17”, “Timnas Indonesia” dan “Apa itu KTT Asean” menjadi topik yang banyak diminati masyarakat dalam upaya mendukung suksesnya beragam acara ini. Selain itu, minat masyarakat terhadap teknologi juga meningkat, khususnya terkait Artificial Intelligence (AI), hal ini terlihat dari meningkatnya penelusuran seputar “AI” dan“Bard”. Tidak hanya keinginan untuk memahami teknologi, tapi juga memahami cara untuk memanfaatkannya dengan baik dan benar, dimana pencarian “mengapa teknologi harus digunakan secara bijaksana” turut menjadi salah satu yang trending tahun ini.
Meningkatnya kepedulian masyarakat Indonesia terhadap kesehatan selalu terlihat dari tahun ke tahun.“Pound fit”, ”crossfit”, “matras apa yang cocok buat olahraga yoga” dan “apa itu ISPA” menjadi topik yang kerap dieksplor pengguna dalam mesin pencarian Google. Para pecinta kuliner juga antusias untuk membuat kreasi sajian favorit sendiri. Konten mukbang seblak ala Rafael Tan rupanya banyak menggugah selera para penonton sehingga kata kunci “resep seblak Rafael” menjadi salah satu topik penelusuran teratas, “Resep mochi bites”, “resep odeng” dan “resep puding lumut gula merah” juga menjadi kata kunci yang banyak dicari oleh pengguna.
Tren lain yang tak kalah menarik adalah kian meningkatnya minat masyarakat terhadap hiburan dari para seniman lokal. Hal ini terlihat dari meningkatnya penelusuran terkait berbagai topik hiburan, seperti “Gadis Kretek”, “Petualangan Sherina” hingga “lirik mengenang bintang”. Tidak hanya sekedar memilah dan menerima informasi, namun masyarakat Indonesia juga cukup kritis dalam meneliti latar belakang konten yang mereka konsumsi, salah satunya dengan melacak profil sosok yang berperan. Penelusuran dengan keyword “Nadia Omara”, “Putri Ariani”, “Karni Ilyas” dan “Otto Hasibuan” merupakan salah satu dari pencarian terpopuler untuk kategori Siapa.
“Year in Search melihat apa saja topik yang trending dan menarik perhatian masyarakat Indonesia sepanjang tahun ini. Dan hasil tahun ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin kritis dan jeli dalam menelaah informasi, juga lebih bijak dalam menggunakan teknologi untuk mendapatkan manfaat maksimal. Menyambut tahun yang baru, luangkan waktu sejenak untuk melihat ke belakang, merenungkan, dan merayakan momen yang telah terjadi dan bersama-sama tumbuh untuk melangkah lebih jauh lagi,“ jelas Feliciana Wienathan, Communication Manager, Google Indonesia.
Year in Search 2023 menggambarkan topik apa saja yang trending di Indonesia sepanjang tahun ini dan mengalami peningkatan dalam periode yang berkelanjutan sepanjang tahun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Daftar Year in Search ini tidak disusun berdasarkan tingkat popularitas penelusuran. Untuk melihat informasi lebih lanjut tentang Google Year In Search di Indonesia dan dunia dapat mengunjungi https://trends.google.com/trends/yis/2023/ID/ dan saksikan kembali highlights acara pengumuman Year in Search 2023 di channel YouTube Google Indonesia.
Year in Search 2022 merupakan laporan edisi kelima yang menggambarkan perubahan perilaku konsumen Indonesia sebagai referensi bagi pelaku bisnis di berbagai industri.
Popularitas media digital semakin meningkat di Indonesia dan tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Didorong oleh beragamnya pilihan yang tersedia secara online untuk menikmati hiburan, konsumen menjelajahi berbagai format dan layanan untuk menikmati konten secara digital.
Orang-orang mencari konten yang lebih relevan secara pribadi dan mendapatkannya di kumpulan konten yang tersedia untuk mereka. Sebagai contoh di bidang olahraga, penelusuran terkait sepak bola meroket hingga 300% dibandingkan tahun sebelumnya yang merupakan implikasi dari laga Piala Dunia 2022 Qatar, sedangkan “badminton” dan “pingpong” sama-sama tumbuh sebesar 40%.
Di industri musik, penelusuran ”YouTube music” mencapai kenaikan 90%, “music streaming platform” meningkat sebesar 70%, dan “konser musik” sebesar 50%.
Merambah ke dunia sinetron, masyarakat masih mencari “sinetron terbaru” yang naik 40%, diikuti dengan pertumbuhan “drakor terbaru” sebanyak 30%, dan “stand-up comedy” pun memperlihatkan kenaikan 50%. Tidak hanya kontennya yang beragam, begitu juga platform streaming mereka. Orang Indonesia senang mengeksplorasi berbagai saluran streaming agar mereka dapat menyaksikan konten favorit mereka, yang terlihat dari penelusuran “platform streaming” yang naik sebesar 60%.
Konten game juga terus meningkat dan semakin banyak konsumen yang mencari komunitas game online pilihan mereka yang terlihat dari penelusuran “komunitas game” sebesar 20%. Penggemar game kerap mencari kesempatan untuk bermain bersama melalui kata kunci “mabar online” yang naik 80% Industri gaming yang makin marak ini membuat konsumen tertarik untuk membuat game dan ini terbukti dengan naiknya penelusuran “gaming creators” sebanyak 60%.
Yang harus diperhatikan oleh pemilik brand:
Ledakan industri Media dan Hiburan di Indonesia telah menciptakan tren lintas platform dan industri. Pemilik brand dapat memanfaatkan peluang ini, meskipun bukan brand Media & Hiburan. Masyarakat metro dan non-metro memiliki preferensi dan perilaku konsumsi yang bervariasi. Dengan memperhatikan subkultur populer dan kategori hiburan di setiap wilayah, Anda dapat menemukan cara kreatif untuk membuat brand lebih menonjol dan lebih disukai penduduk lokal.
Pada saat yang sama, masyarakat Indonesia juga mengonsumsi hiburan melalui berbagai platform, perangkat, dan aplikasi. Anda tidak dapat lagi mengandalkan hanya satu media untuk menjangkau pelanggan, Anda juga tidak dapat memisahkan satu jenis media dari yang lain. Ketika suatu konten menjadi tren di media tertentu, tren yang sama kemungkinan besar akan terulang di platform lain. Anda harus memiliki rencana media terintegrasi yang mencakup berbagai saluran.
Laporan Year in Search 2022 selengkapnya untuk sektor media dan hiburan dapat Anda baca di sini.
Perkembangan teknologi telah mendorong sektor keuangan di Indonesia meningkatkan fasilitas yang memudahkan konsumen bertransaksi secara digital. Saat ini, terlihat konsumen semakin nyaman dan percaya untuk melakukan transaksi perbankan melalui perangkat digital mereka. Konsumen pun mulai mencari tau berbagai fasilitas transaksi digital yang memudahkan mereka berbelanja tanpa menggunakan uang fisik.
Tidak hanya itu, kini masyarakat di Indonesia terlihat lebih peduli dan berupaya untuk belajar lebih banyak tentang manajemen keuangan pribadi guna meningkatkan stabilitas finansial mereka. Ini terlihat dari bagaimana mereka semakin tertarik untuk mencari tau tentang “side hustle” maupun tips untuk mengatur anggaran keuangan, agar mereka dapat bertahan disaat-saat krisis.
Seiring meningkatnya literasi keuangan, masyarakat Indonesia juga terlihat semakin terbuka dan mulai menjajaki berbagai pilihan pinjaman online yang kredibel untuk membangun kredit dengan cara yang aman dan cerdas. :
Penelusuran “kartu kredit” meningkat 80% di YouTube
Penelusuran “pinjol aman” naik 110%
Penelusuran “pay later” naik 20%
Penelusuran topik “investasi” naik 25%
Lihat temuan lainnya terkait upaya masyarakat di Indonesia untuk mengatur manajemen keuangan mereka setelah pandemi di laporan Year In Search selengkapnya di sini.
Pandemi telah membantu konsumen Indonesia mudah beradaptasi dengan berbagai platform digital dan inovasi produk elektronik terbaru. Terlebih saat ini mobilitas dan aktivitas perjalanan liburan (traveling) kembali pulih. Konsumen tidak lagi hanya mencari barang untuk kebutuhan dasar, mereka mulai mencari berbagai produk yang bisa memenuhi kebutuhannya yang lebih bervariasi atau spesifik.
Contohnya, dengan meningkatnya kembali aktivitas traveling, konsumen mulai melirik produk-produk portable yang dapat dibawa untuk melengkapi waktu liburan seperti “setrika uap portable”, “mesin cuci portable”. Pencarian terkait “drone” di YouTube pun naik hingga 80%.
Meningkatnya aktivitas traveling juga mempengaruhi pencarian terkait produk elektronik portable untuk meningkatkan penampilan maupun perawatan diri. Contohnya di YouTube pencarian terkait “hair dryer” dan “catok rambut” naik 70% dan 100%. Bahkan, pencarian terhadap “Nano Spray” di Google melonjak hingga 450%.
Ketertarikan konsumen terhadap tren smartphone terbaru pun tetap terlihat. “HP lipat” yang merupakan inovasi terbaru di industri smartphone mulai dilirik, terlihat pencarian tekari produk tersebut di YouTube melonjak naik hingga 210%.
Selain kebutuhan terhadap barang pelengkap kebutuhan traveling, keputusan pemerintah Indonesia menghentikan akses TV analog free-to-air mendorong konsumen mencari cara untuk tetap bisa menonton siaran digital pada TV analognya. Hal ini terlihat dari meningkatnya pencarian terkait “smart TV” hingga 50%, “set-top box” yang melambung naik 260%, dan pencarian terkait “TV digital” yang melonjak hingga 200%.
Ketika pada saat pandemi pembelian dan pencarian informasi berfokus pada platform digital, kini para konsumen mulai memiliki keinginan untuk datang ke toko offline secara langsung. Hal ini terlihat dari dengan kata kunci “Toko TV Terdekat” yang naik 20% dan “Toko Elektronik Terdekat” naik 30%.
Lihat lebih banyak lagi apa produk elektronik yang dicari konsumen Indonesia di laporan Year in Search 2023 di sini.
Pengguna skincare saat ini semakin terbiasa dalam mencari tahu kandungan dan fungsi dari produk-produk kecantikan dan personal care yang mereka ingin gunakan. Mulai dari mereview klaim produk yang didukung bukti hingga riset berdasarkan bahan, konsumen Indonesia meluangkan waktu lebih untuk mencari detail di balik produk yang mereka minati apakah cocok dengan tipe kulit mereka masing-masing.
Tahun 2022, kesadaran konsumen terhadap pentingnya menjaga kelembaban kulit meningkat pesat terlihat dari hasil penelusuran kandungan “Ceramide” yang meningkat 130% dan “Niacinamide” yang tumbuh 100%. “Skin barrier” juga cukup populer di kalangan pecinta skincare dengan kenaikan 80% dan penelusuran “Retinol” yang naik 110% juga menunjukkan minat tinggi pengguna akan bahan aktif anti-aging.
Seiring berkembangnya minat terhadap skincare dan kecantikan, masyarakat Indonesia juga semakin gemar mencari brand terbaru dan produk-produk dengan kandungan bahan yang sedang tren melalui influencer lokal favorit mereka. Lihatlah para beauty vlogger di YouTube yang selalu menjadi referensi prioritas seperti Tasya Farasya dengan 4,2 juta subscribers, Rachel Goddard dengan 3,2 juta subscribers, dan Jovi Adhiguna dengan 286K subscribers. Popularitas influencer ini mampu mengangkat brand-brand yang mereka review dan turut meningkatkan penelusuran “new make up” sebesar 80%.
Aktivitas luar ruangan sudah semakin banyak dan pengguna juga kerap mencari produk personal care terbaik untuk mendukung kegiatan tersebut, termasuk “Lip balm” yang penelusurannya naik sebesar 130% dan brand tabir surya juga tumbuh 60%. Pengguna juga mengeksplorasi produk-produk berukuran kecil sehingga mudah dibawa traveling melalui kata kunci “travel pack” yang naik 70%. Perawatan rambut juga menjadi perhatian mereka yang akan melakukan aktivitas outdoor yang terlihat dari penelusuran “rambut kering” yang meningkat 70% dan “ketombe” yang tumbuh 60%.
Masyarakat Indonesia juga mencari make-up tematik, skincare, dan penataan rambut berdasarkan acara tertentu diantaranya “make up wisuda” yang tumbuh 80%, “anime make up” naik 70%, dan “make up artist Jakarta” meningkat 30%.
Yang harus diperhatikan oleh pemilik brand
Dengan kemudahan mengakses informasi, konsumen menjadi lebih paham dalam hal kecantikan dan perawatan rambut. Mereka mengeksplorasi bahan aktif selain permasalahan kulit atau rambut. Umumnya, setelah konsumen menemukan masalah atau mendengar tentang produk atau bahan aktif baru, mereka akan meneliti sebelum membelinya. Di sini brand harus membantu konsumen membuat keputusan yang tepat dengan memperluas kata kunci mereka dan memberikan informasi yang bermanfaat di setiap titik kontak (video digital, situs web, aset kreatif).
Konsumen tidak lagi menganggap perawatan tubuh (sabun, sampo) semata-mata untuk keperluan kebersihan, tetapi juga untuk memanjakan diri di rumah. Brand perlu mengintegrasikan ini ke dalam produk dan pengembangan kreatifnya untuk memenangkan hati konsumen.
Brand dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam aset gambar yang menarik untuk menghidupkan iklan dengan representasi talent & produk yang beragam. Rata-rata, pengiklan melihat peningkatan rasio klik-tayang sebesar 10% saat ekstensi gambar ditampilkan Search Ads mereka.
Laporan Year in Search 2022 selengkapnya untuk sektor perawatan kecantikan dan diri dapat Anda baca di sini.
Pasca pandemi, masyarakat Indonesia menjadi lebih proaktif dalam mencari tahu lebih dalam tentang makanan dan minuman yang mereka konsumsi sebelum memutuskan untuk membeli. Ketika aktivitas offline mulai kembali dan kesehatan menjadi pertimbangan mendasar, masyarakat beralih ke teknologi digital untuk mengetahui kandungan apa saja yang ada di dalam makanan, serta apa yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.
Adanya beberapa isu kesehatan anak yang belakangan ini marak di tengah masyarakat, orang tua semakin sering menelusuri informasi tentang kebutuhan vital sehari-hari dan rekomendasi produk. Terkhusus bagi mereka yang sedang memperhatikan kebutuhan tumbuh kembang anak usia dini. Terbukti, beberapa penelusuran terkait kesehatan anak terlihat meningkat.
Masyarakat juga semakin rutin memeriksa jika obat tertentu aman untuk dikonsumsi oleh anak dengan beberapa penelusuran yang terus meningkat:
Penelusuran terkait “penyakit ginjal anak” meningkat 130%
Penelusuran terkait “obat sirup anak” meningkat 100%
Penelusuran terkait “obat batuk anak” meningkat 60%
Tren makanan dan minuman berubah seiring aktivitas offline kembali normal
Di sisi lain, aktivitas perkantoran dan sekolah yang juga perlahan-lahan sudah kembali seperti saat periode sebelum pandemi, masyarakat juga terlihat mencari inspirasi dan ide mudah untuk makan siang.
Penelusuran terkait “instant food” naik 40%
Penelusuran terkait “bekal sekolah + bekal makanan” masing-masing naik 180% dan 80%
Penelusuran terkait “restoran di sekitar saya” naik 70%
Penelusuran terkait “mall terdekat” naik 60%
Masyarakat Indonesia juga terlihat masih terus mengikuti tren makanan dari luar negeri, dan beralih ke Google Search untuk mencari tahu apa yang disukai oleh influencer terkini. Beberapa kategori penelusuran makanan meningkat seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah.
Laporan Year in Search 2022 selengkapnya mengenai industri makanan dan minimum, dapat Anda baca lebih lanjut di sini.