Blog resmi Google di Indonesia
Cari tahu apa yang sedang dilakukan Google di Indonesia
10 iklan YouTube terpopuler untuk periode Januari-Juni 2020
Friday, July 17, 2020
Google hari in
i mengumumkan 10 iklan YouTube terpopuler untuk semester pertama tahun 2020. Daftar in mencatatkan performa tinggi sebagai hasil dari pemanfaatan popularitas dan promosi. Perpaduan audio visual yang atraktif di tiga detik pertama dan unsur humor menjadi faktor pendukung dalam tingginya minat penonton untuk menyaksikan iklan-iklan semester pertama tahun ini.
Lazada Indonesia
Lazada Birthday Sale, Belanja Nonstop Ditraktir Lazada tanggal 27 Maret
Teh Kotak
Cerita Rasa Teh Kotak
SHOPEE Indonesia
Shopee Big Ramadhan Sale | TANAM THR 10 M, Gratis Ongkir Xtra, dan Pasti Diskon 50%!
Daihatsu Sahabatku
New Astra Daihatsu Ayla dan Daihatsu Sirion #SeriusSerunya #SeriusHitsnya
Traveloka
#XperienceMore with Traveloka Xperience
Pantene Indonesia
P&G #MaafIbuDiHidupku | #DiRumahAja dekatkan hati yang terpisah jarak, Ramadhan 2020 jadi spesial.
Imoo Indonesia Official
imoo Watch Phone Z6 | Watch Phone Flip Pertama di Dunia
Emina Cosmetics
Emina Beauty Bestie Webseries - Episode 1
PocariID
This is #BintangSMA 2019 Winner!
Solusi BCA
Rumah Biru The Series | Episode 1 : "Buddy"
YouTube Leaderboard menampilkan iklan paling kreatif yang ditonton masyarakat tiap bulannya di YouTube berdasarkan kombinasi popularitas dan promosi. Lihat playlist-nya
di sini
.
Lewat Musik, Indra Aziz Mengajak untuk Jelajahi Dunia, Bebaskan Suaramu
Wednesday, July 15, 2020
Bagi yang ingin memahami teknik menyanyi yang baik, atau bahkan memiliki aspirasi untuk menjadi penyanyi profesional, pasti sudah tidak asing dengan Indra Aziz, pelatih vokal untuk sederet penyanyi papan atas tanah air seperti Agnes Monica, Afgan, Ari Lasso, dan sederet nama besar lainnya. Seorang musisi, aktor, dan guru musik yang tak hanya dikenal sebagai “
The coach for superstars
”, Indra Aziz juga memberikan
tutorial nyanyi gratis bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuannya di bidang nyanyi dan musik lewat kanal ”
VokalPlus
” di YouTube
.
“Melalui VokalPlus, saya bukan ingin mengajar nyanyi, tapi ingin mengajak untuk bernyanyi. Dimulai dari memahami cara untuk melatih pita suara dengan teknik baik yang juga melindungi kesehatan pita suara. Dengan memahami bahwa suara itu bisa dilatih, semoga semakin banyak yang semangat latihan, belajar teknik yang baik, dan memahami musik secara keseluruhan juga. Terutama untuk membangun minat, membakar semangat untuk terus mengulik, sehingga penonton bisa sampai pada pemahaman mereka sendiri. Dimulai dari musik, semoga ‘mengulik’ bisa jadi kebiasaan untuk banyak orang menjelajahi dunia.” ujar Indra.
Foto: Website ‘Bebaskan Suaramu oleh Indra Aziz’
Caption: Indra ingin terus mengajak rekan-rekan musisi lainnya untuk dapat memanfaatkan platform YouTube dan mengangkat sisi edutainment dalam dunia musik, bisa dimulai dari tutorial, tips, dan banyak sisi dari pengalaman serta kehidupan musisi yg bisa dibagikan kepada penggemar mereka.
Tumbuh di lingkungan keluarga yang tidak pernah lepas dari musik, Indra memulai karir sebagai guru musik mandiri pada tahun 2004, dilanjutkan dengan menjadi guru di sebuah institusi akademis pada tahun 2006. Memiliki minat besar dan ilmu tentang musik, mendorong Indra aktif berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar dunia musik di YouTube. Bermula dari kanal tutorial
beatbox
di tahun 2008, kanal seputar kesehariannya di
The Indra Aziz Show
, hingga akhirnya di tahun 2013 memutuskan untuk membuat kanal
VokalPlus
untuk membantu orang-orang yang ingin menggeluti dunia musik dengan materi yang mudah dipahami.
“Saya merasa, musik adalah sebuah bahasa universal yang bisa menghibur dan menghubungkan satu sama lain. Semakin saya pahami sejarah dan teori dari musik sendiri, saya semakin paham bahwa musik adalah cara untuk mengkomunikasikan pikiran dan mengekspresikan perasaan. Apalagi musik atau ‘suara’ Indonesia yang begitu beragam begitu disatukan sangatlah indah. Dari Sabang sampai Merauke, ‘suara’ Indonesia itu sangatlah ‘
magical
’. Alangkah baiknya jika kita bisa terus melestarikan ini.” lanjut Indra.
Foto: Kanal YouTube VokalPlus
Caption: Kanal ‘VokalPlus’ memiliki lebih dari 1 juta subscribers dan beragam konten dari edukasi seputar teknik bernyanyi, cover lagu populer hingga tanggapan akan berita di dunia musik.
Setelah lebih dari 16 tahun berkiprah sebagai seorang guru dan akademisi di dunia pendidikan musik, Indra melihat
audio visual salah satu medium yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan dan pembelajaran, khususnya seputar teknik musik, karena orang bisa mencontoh dan mengikuti secara langsung. Ia juga berbagi cerita - cerita ketika ia disapa oleh ‘murid- murid’ atau penonton video tutorial dari kalangan dan profesi yang begitu beragam dan tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Saya sendiri sangat terbantu oleh video tutorial di YouTube. Saya bisa jadi kreator seperti saat ini, memiliki website, poster,
thumbnail
yang saya desain sendiri, semuanya saya pelajari di YouTube. Saya bikin konten tutorial, dengan harapan untuk membantu para ‘murid’ tapi juga sesama pegiat dunia pendidikan untuk terus berbagi ilmu pengetahuan dengan cara yang yang mudah dimengerti, praktis dan relevan dengan dunia musik saat ini. Ingin menyemangati sesama guru dan praktisi untuk jangan pernah merasa ‘ketinggalan kereta’, terus mencoba, karena saya yakin, semua kreator atau edukreator seperti saya, pasti akan menemukan ‘formula’ yang sesuai dengan karakter diri dan peminat konten mereka.” jelas Indra.
Foto: dok pribadi
Caption: Musisi dapat bebas berekspresi dan dengan mudah menyampaikan karyanya langsung pada penggemarnya/pendengarnya lewat berbagai platform, dan YouTube merupakan sarana yang efektif menurutnya sejauh ini.
Dia menilai dengan kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi seperti saat ini, semua orang dapat berkarya kapanpun, dimanapun; khususnya sebagai musisi di era saat ini, ia nilai memiliki banyak platform untuk menunjukkan karya mereka. “Musisi hari ini harus bisa menjadi musisi yang ‘360’ atau serba bisa dan lebih mandiri. Tidak hanya membawakan lagu, tapi juga bisa menciptakan lagu dan menjadi sebagai produser untuk karya mereka sendiri. Karena semua itu bisa dipelajari; terserah pada musisinya sendiri kemana arah mereka dan seberapa dalam mereka ingin belajar. Ada begitu banyak hal menarik yang dapat kita temukan dan pelajari di dunia ini dan sayang untuk dilewatkan.” tutup Indra.
Tulibot ciptakan alat bantu komunikasi terintegrasi bagi penyandang tunarungu
Thursday, July 9, 2020
Tahun 2017 merupakan awal munculnya gagasan membuat alat bantu komunikasi bagi penyandang tunarungu. Kala itu, Muhammad Alan Nur atau biasa dipanggil Alan makan siang di tempat langganannya. Namun ada yang berbeda di hari itu, ia dilayani oleh seorang
penjual yang memiliki keterbatasan untuk mendengar dan ia merasa mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Kemudian muncullah gagasan untuk membuat solusi yang dapat menghilangkan kesenjangan komunikasi antara teman tuli dan teman dengar (orang yang bisa mendengar) melalui pendekatan teknologi, bernama
Tulibot
.
Versi awal Tulibot berupa prototipe menggunakan Virtual Reality dengan fitur utama mengubah audio menjadi teks yang akan ditampilkan di depan layar Kacamata Virtual Reality, seperti
subtitle
pada film. Melihat peluang pengembangan Tulibot sebagai solusi alat bantu teman tuli, ia mulai mengajak teman-temannya
Namira Rizqi Annisa, Pravasta Caraka, dan Eva Rahmadanti dari
Developer Student Clubs
(DSC) Politeknik Elektronika Negeri Surabaya untuk mengembangkan Tulibot.
Gagasan pengembangan Tulibot ini juga didorong oleh keprihatinan atas tingginya jumlah masyarakat yang mengalami gangguan pendengaran. World Health Organization (WHO) pada tahun 2019 memperkirakan terdapat sekitar 466 juta orang di dunia mengalami gangguan pendengaran, dimana 34 juta diantaranya merupakan anak-anak. Komunikasi menjadi masalah utama yang banyak dirasakan oleh penyandang tunarungu dan mereka berharap Tulibot bisa menjadi solusi terintegrasi untuk menjembatani kesenjangan komunikasi bagi para tunarungu.
[ki-ka] Pravasta Caraka Bramastagiri, Eva Rahmadanti, Namira Rizqi Annisa, dan Muhammad Alan Nur
Tulibot
menciptakan Tulibot Smart Glasses dan Tulibot Smart Gloves. Smart Glasses membantu komunikasi orang tunarungu dengan menunjukkan ucapan dari lawan bicara pada kacamata, sedangkan Smart Gloves adalah perangkat pintar yang secara otomatis dapat menerjemahkan bahasa isyarat menjadi audio.
Muhammad Alan Nur saat memamerkan prototype Smart Gloves
“Saat ini kami berencana mengubah desain Smart Glasses untuk meningkatkan kenyaman pengguna. Sedangkan untuk perkembangan Smart Gloves, kami masih melakukan
training data
untuk melengkapi
database
dari bahasa isyarat sehingga bisa meningkatkan akurasi audio yang dihasilkan,” papar Muhammad Alan Nur, founder Tulibot.
Tulibot merupakan salah satu tim yang berpartisipasi pada ajang
DSC Solution Challenge 2020
, sebuah program dari Google yang mengundang pelajar untuk mengembangkan solusi dalam mengatasi masalah komunitas lokal dengan menggunakan satu atau lebih produk atau platform Google. Tahun ini, sebanyak 400 aplikasi yang berasal dari lebih dari 69 negara berlomba di ajang DSC Solution Challenge 2020. Hasilnya,
10 aplikasi
teratas diumumkan sebagai pemenang, termasuk Tulibot sebagai satu-satunya peserta dari Indonesia.
Video
“Saat ini Tulibot masih dalam tahap pengembangan. Kami berharap kedepannya Tulibot dapat digunakan secara luas dan dapat membantu teman tuli untuk menjadi lebih percaya diri, baik ketika berbicara di depan umum maupun berbicara secara personal dengan lawan bicara, serta bisa mendapatkan pengalaman baru dalam berkomunikasi dan merasakan manfaat dari teknologi secara nyata,” tutup Muhammad Alan Nur.
DSC membantu mahasiswa menjembatani kesenjangan antara teori dengan praktik. Dengan bergabung dalam DSC, mahasiswa dapat menumbuhkan pengetahuan mereka dalam lingkungan pembelajaran
peer-to-peer
dan membangun solusi untuk bisnis lokal dan komunitas mereka. Bila Anda adalah seorang mahasiswa yang tertarik terhadap teknologi pengembang dari Google,
cari DSC
di sekitar Anda dan ikuti kegiatannya.
Bagaimana Dipha Barus menggunakan musik untuk memberikan inspirasi menembus perspektif
Monday, July 6, 2020
Nama Dipha Barus pasti sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Sosok dibalik sederet lagu populer tanah air yang seringkali dijuluki sebagai ‘
the anthem for the Indonesian youth
”, seorang DJ, pencipta lagu dan produser yang telah menorehkan sejumlah prestasi baik di negeri sendiri hingga menembus ke kancah internasional. Namun, tak banyak yang tahu bahwa kecintaannya untuk memproduseri lagu berawal dari sebuah kanal di YouTube bernamakan “
Sflogicninja
” yang didirikan oleh David Earl pada 2006.
“Gue memang sekolah musik dari kecil cuman gak pernah secara serius menekuni satu instrumen. Tapi ketika minat untuk nge-DJ sudah mulai terbangun, gue inget banget kanal pertama yang menguatkan ketertarikan gue akan dunia
song
producing
adalah kanal ini. Gue gak pernah sekolah formal untuk menjadi produser, gue cuman ikutin tutorial dari hal semudah “cara memasukkan
audio
ke
workstation
” hingga yang lebih kompleks. Gue memilih untuk ngulik semuanya dari beragam tutorial di YouTube karena tutorial yang ada cukup mudah dimengerti dan sesuai sama minat gue. Seiring berkembangnya karir gue pun, semua teknik yang gue punya, gue pelajari dari YouTube.” cerita Dipha.
Foto: Moses Sihombing
Dipha saat memproduksi lagu di studio. Berkat karyanya, Dipha berhasil memenangkan lebih dari 7 penghargaan dalam ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards setiap tahunnya, 2016-2019
Tumbuh dari keluarga yang memiliki musikalitas tinggi, Dipha telah diperkenalkan ke berbagai genre musik sejak dini. Mulai dari genre Pop lewat karya - karya The Beatles hingga genre Soul dan Jazz dari Stevie Wonder dan Miles Davis. Dia pun pernah mengikuti sekolah musik di bawah naungan sejumlah nama besar di dunia musik tanah air, seperti Dwiki Dharmawan, Indra Lesmana dan Jeffrey Tahalele. Tetapi salah satu momen yang membuka perspektifnya terhadap musik adalah ketika ia menemukan album Nirvana di salah satu toko musik, yang bermula karena ketertarikan pada sampul dari album tersebut.
“Album tersebut bisa dibilang suatu titik balik buat gue. Dari situ gue menyadari bagaimana musik tidak hanya mampu mengekspresikan kebahagiaan atau kesedihan, tetapi juga kemarahan dan berbagai macam perasaan dan pernyataan. Sejak itu, gue mulai mendalami dan mempelajari bagaimana beragam musisi mengekspresikan pikiran dan perasaannya melalui suara yang berbeda.” jelas Dipha.
Foto: dok. Pribadi
Foto: Moses Sihombing
(ki) Dipha dan Alm. ayah; (ka) Dipha dan ibunya ketika menghadiri Anugerah Musik Indonesia (AMI)
Semakin ia terus berusaha memahami dan belajar keberagaman tersebut, ia pun semakin memahami karakter dari musiknya, juga pesan yang ia ingin sampaikan yaitu ”
Humankind
” (Umat Manusia). Ia percaya bahwa keterbukaan akses ke informasi dan kemajuan teknologi yang ada, memungkinkan semua orang untuk saling berbagi dan mendengarkan cerita dan membentuk komunitas sendiri, terlepas dari batas geografis, umur, dan beragam faktor lainnya.
“Salah satu momen yang gak bisa dilupakan adalah ketika gue manggung di Aceh. Tempat yang gak pernah gue bayangin gue punya kesempatan tampil, kota yang begitu indah, penampilan gue juga diterima sangat baik oleh masyarakat setempat, bahkan mereka hafal semua lagu gue dan bisa menyanyikan bersama sepanjang penampilan gue dari awal hingga akhir.” ingat Dipha.
Foto: Bara Cahya
Foto: Moses Sihombing
Dipha selalu memadu padankan suara khas Indonesia yang festive dan flavorful di sebagian besar karyanya.
Semangat belajar tinggi sangat jelas terlihat di diri Dipha. Ia percaya bahwa untuk seseorang tumbuh dan berkembang, harus dimulai dengan kebiasaan baik setiap harinya. Apalagi, di tengah situasi ‘normal baru’ saat ini, banyak hal yang bisa dilakukan untuk membangun rutinitas yang baik dan tetap selalu produktif. “Setiap pagi, gue selalu menyempatkan diri untuk belajar sesuatu hal baru di YouTube. Mulai dari teknik
mixing
, ulasan musik dari kreator atau kanal YouTube di luar negeri seperti ‘
The Needle Drop
’ oleh Anthony Fantano,
Kenny Beats
, hingga beberapa fenomena ilmiah yang lumayan menarik buat gue.”
Rutinitas sehari - hari nya pun juga menginspirasi dia untuk semakin giat berkarya baik di kanal YouTube “
Dipha Barus
” dan memperluas ketersediaan konten edukasi musik yang modern, mudah ditangkap, sesuai dengan minat masyarakat juga memadu padankan dengan kearifan lokal yang ada.
Kanal YouTube Dipha Barus
“Gue selalu ingin menghasilkan suatu karya yang jujur dari diri gue yang semoga bisa menghibur banyak orang diluar sana yang merasakan keresahan yang sama, juga mengerti pesan yang ingin disampaikan. Berkaca ke diri gue sendiri, gue ingin pendengar dan penikmat musik gue untuk keluar dari segala stereotip yang ada agar terus mengeksplorasi potensi diri, bebas berkarya, dan merubah pola pikir bahwa ‘
it is not about being superhuman’
tapi mengajak mereka mengerti bahwa
‘being human is super
’.” tutup Dipha.
Selanjutnya, Dipha berencana akan merilis
single
kolaborasi dengan artis internasional yang dapat dinikmati oleh para penggemarnya pada awal bulan Agustus mendatang. Gambaran lebih lanjut seputar kolaborasi tersebut dapat dilihat melalui kanal YouTube miliknya.
Menjaga informasi pribadi Anda tetap pribadi
Tuesday, June 30, 2020
Temukan Pembaruan Untuk Jaga Privasi dan Keamanan Informasi Anda
Privasi sangatlah penting dalam setiap hal yang kami lakukan, apakah itu menjaga
keamanan panggilan video di Google Meet
,
melindungi Anda
dari ancaman keamanan, atau menjadi perusahaan besar pertama yang memutuskan untuk tidak membuat teknologi
pengenalan wajah untuk tujuan umum
tersedia secara komersial. Di samping itu, kami juga telah menetapkan
Prinsip-Prinsip AI
yang secara jelas melarang penggunaan alat-alat kami untuk pengawasan (
surveillance
).
Saat mendesain produk, kami berfokus pada tiga prinsip penting: menjaga keamanan informasi Anda, memperlakukannya secara bertanggung jawab, dan memberikan kontrol pengelolaannya kepada Anda. Hari ini kami mengumumkan beberapa perbaikan privasi yang selaras dengan prinsip-prinsip tersebut, termasuk perubahan praktik retensi data untuk produk utama kami agar kami menyimpan lebih sedikit data secara default.
Memperlakukan informasi Anda secara bertanggung jawab
Kami percaya bahwa setiap produk seharusnya hanya menyimpan informasi Anda selama informasi tersebut dibutuhkan dan bermanfaat untuk Anda—apakah itu untuk menemukan tempat favorit di Maps ataupun untuk mendapatkan rekomendasi tontonan di YouTube.
Itulah mengapa tahun lalu kami menghadirkan
kontrol hapus otomatis
, yang memberi Anda pilihan untuk meminta Google menghapus data Histori Lokasi, penelusuran, suara, dan aktivitas YouTube setelah 3 bulan atau 18 bulan secara otomatis dan berkelanjutan. Kami terus menantang diri untuk dapat memberikan lebih banyak layanan dengan lebih sedikit data, dan hari ini kami mengubah praktik retensi data kami sehingga hapus otomatis menjadi
setelan default untuk aktivitas
utama Anda.
Begini cara kerjanya: Mulai hari ini, saat pertama kali Anda mengaktifkan
Histori Lokasi
—yang secara default dinonaktifkan—opsi hapus otomatis Anda akan langsung disetel ke 18 bulan. Hapus otomatis
Aktivitas Web & Aplikasi
juga akan disetel secara default ke 18 bulan untuk akun baru. Artinya, data aktivitas Anda akan secara otomatis dan berkelanjutan dihapus setelah 18 bulan, bukannya disimpan sampai Anda menghapusnya secara manual. Anda dapat menonaktifkan setelan ini atau mengubah opsi hapus otomatis kapan saja.
Jika Anda sudah mengaktifkan Histori Lokasi dan Aktivitas Web & Aplikasi, kami tidak akan mengubah setelan tersebut. Namun, kami akan secara aktif mengingatkan Anda tentang adanya kontrol hapus otomatis melalui notifikasi di dalam produk serta melalui email, agar Anda dapat memilih setelan hapus otomatis yang sesuai.
Dalam menghadirkan setelan default retensi ini ke lebih banyak produk, kami selalu memegang prinsip bahwa setiap produk seharusnya hanya menyimpan informasi selama informasi tersebut bermanfaat bagi Anda. Misalnya, kami menambahkan setelan ini untuk YouTube dengan hapus otomatis yang secara default disetel ke 36 bulan jika Anda membuat akun baru atau mengaktifkan Histori YouTube untuk pertama kalinya. Ini memperbaiki praktik industri saat ini dan memastikan bahwa YouTube dapat terus memberikan rekomendasi hiburan yang relevan berdasarkan video atau audio yang telah Anda nikmati sebelumnya—misalnya, memberitahukan bahwa
season
baru serial favorit Anda telah dirilis atau artis musik favorit Anda meluncurkan album baru. Pengguna lama masih bisa memilih opsi hapus otomatis 3 atau 18 bulan. Periode retensi default tidak akan berlaku untuk produk lain seperti Gmail, Drive, dan Foto, yang memang telah didesain untuk menyimpan konten pribadi Anda dengan aman.
Seperti biasa, kami
tidak menjual informasi Anda
kepada siapa pun, dan kami tidak menggunakan informasi yang ada di dalam aplikasi-aplikasi yang terutama menyimpan konten pribadi Anda—seperti Gmail, Drive, Kalender, dan Foto—untuk tujuan periklanan.
Kontrol di tangan Anda
Privasi adalah soal kebijakan pribadi, dan oleh sebab itu kami selalu berusaha memberi Anda kontrol terhadapnya—apakah itu dengan membantu Anda mengelola setelan dengan alat-alat yang proaktif di Akun Google, atau membuat setelan tersebut lebih mudah ditemukan di produk kami. Hari ini kami mengumumkan
update
untuk banyak alat privasi kami.
Kontrol Akun Google langsung dari Penelusuran:
Kami mempermudah akses ke kontrol utama Akun Google dari Penelusuran. Tak lama lagi, setelah login ke Akun Google, Anda akan dapat menelusuri kueri seperti “Pemeriksaan Privasi Google” dan “Apakah Akun Google saya aman?”. Sebuah kotak akan muncul untuk menunjukkan setelan privasi dan keamanan sehingga Anda pun dapat memeriksa atau menyesuaikannya dengan mudah.
Akses lebih mudah ke mode Samaran:
Kami juga mempermudah akses ke mode Samaran di aplikasi terpopuler kami dengan menekan lama gambar profil Anda di Penelusuran, Maps, dan YouTube. Fitur ini mulai tersedia hari ini di Google App untuk iOS, dan akan segera hadir di Android dan aplikasi lain. Kami juga tengah bekerja untuk memungkinkan Anda terus mengaktifkan mode Samaran di berbagai aplikasi Google, seperti Maps dan YouTube. Nantikan informasi selanjutnya.
Lebih banyak kontrol privasi yang proaktif:
Setiap tahun, lebih dari 200 juta orang mengunjungi
Pemeriksaan Privasi
. Kami menambahkan rekomendasi yang bersifat proaktif, termasuk tips panduan untuk membantu Anda mengelola setelan privasi.
Proaktif melindungi informasi Anda
Cara kami melindungi privasi Anda dimulai dengan penggunaan teknologi keamanan paling canggih di dunia. Semua produk kami memberikan perlindungan otomatis, termasuk Safe Browsing yang melindungi lebih dari 4 miliar perangkat dari ancaman
phishing
dan
malware
setiap hari, serta Google Play Protect yang akan memindai aplikasi Anda selama, sebelum, dan setelah
download
agar perangkat tetap aman.
Lima tahun yang lalu kami meluncurkan Pemeriksaan Keamanan, sebuah cara mudah dan menyeluruh untuk mengamankan Akun Google Anda. Dalam satu klik, kami akan memberi Anda informasi singkat tentang keamanan Akun Anda dan menawarkan rekomendasi yang telah dipersonalisasi untuk membantu menjaga keamanan data Anda. Dalam beberapa minggu ke depan,
Pemeriksaan Sandi
, alat kami untuk memeriksa apakah sandi yang tersimpan di Akun Google Anda terancam risiko, akan menjadi bagian inti dari Pemeriksaan Keamanan.
Lebih dari 100 juta orang telah menggunakan Pemeriksaan Sandi, dan pembobolan kredensial pun telah berkurang 30 persen—cara ini terbukti sangat efektif dalam mengamankan data pengguna tidak hanya di Google, tetapi di seluruh internet. Seperti elemen-elemen lain dari Pemeriksaan Keamanan, kami akan secara otomatis memberikan informasi yang Anda perlukan untuk mengamankan akun yang terancam risiko. Sekarang setelah alat ini
terintegrasi
ke Akun Google dan Chrome, kami akan
menghentikan ketersediaan
ekstensi Chrome Pemeriksaan Sandi dalam beberapa bulan mendatang.
Berinvestasi dalam teknologi perlindungan privasi
Sebagai bagian dari tanggung jawab dalam mengamankan data Anda, kami harus menjaganya privasinya. Oleh karena itu, kami terus mengembangkan teknologi perlindungan privasi dan berinvestasi untuk melibatkan ribuan ahli privasi agar perlindungan di seluruh produk Google menjadi lebih kuat. Misalnya,
privasi diferensial
telah digunakan untuk mendukung
Laporan Mobilitas Masyarakat selama COVID-19
, yang membantu otoritas kesehatan publik dalam melawan COVID-19 dengan menggunakan data lokasi tanpa mengorbankan privasi. Teknologi ini juga digunakan di Google Maps, sehingga Anda dapat melihat seberapa ramai sebuah restoran, secara real-time, tanpa mengetahui siapa yang sedang berada di restoran tersebut. Tahun ini, pertama-tama di satu industri, kami menggunakan privasi diferensial dan
federated learning
, sebuah teknik yang kami
ciptakan
, untuk melatih model yang mendasari Gboard. Dengan memadukan beberapa metode paling canggih ini, kami dapat melindungi privasi Anda secara lebih baik.
Tak lama setelah kami menyediakan Chromium sebagai
browser open source
untuk membantu meningkatkan keterbukaan internet, kami juga menjadikan
library
privasi diferensial
kami
open source
untuk mempermudah pengintegrasian privasi ke produk-produk di seluruh industri. Sekarang kami
memperluas cakupannya
ke bahasa pemrograman baru termasuk Java dan Go, serta merilis sejumlah alat tambahan untuk membantu developer menggunakan
machine learning
untuk menyempurnakan perlindungan privasi.
Pekerjaan kami belum selesai
Walau ada banyak kemajuan dalam hal privasi dan keamanan di produk kami, kami terus mengampanyekan peraturan data yang bijak di seluruh dunia, termasuk
hukum privasi tingkat federal
yang efektif dan komprehensif di AS. Untuk membantu upaya ini, kami telah memublikasikan sebuah
kerangka kerja regulasi
berdasarkan hukum dan model privasi dari seluruh dunia, seperti General Data Protection Regulation di Eropa, serta pengalaman kami dalam membangun alat yang mengutamakan privasi.
Sementara para pembuat kebijakan terus menjalankan tugas mereka, kami akan melanjutkan pekerjaan kami—dengan menantang diri kami sendiri untuk membuat produk yang bermanfaat dengan lebih sedikit data, dan meningkatkan standar privasi untuk semua orang.
Labels
@SolarChapter
#
#17Agustus
#2022
#2023
#AcceleratedWithGoogle
#AcceleratorProgram
#accessibility #Googleorg
#AccessPartnership
#AdsDataManager
#AdsSafetyReport
#AdsTransparencyCenter
#AdvancedProtectionProgram
#AI
#AIbertanggungjawab
#AIEngineer
#AIGeneratif
#AIGeneratif #GenerativeAI #GoogleCloud #LLM
#AIGeneratif #GenerativeAI #GoogleCloud #OTT #JurnalismeDigital
#AIGenerative
#AIGenerative #GenerativeAI #GoogleCloud #GoogleWorkspace
#AImultimodal
#AIopportunityAgenda
#AIOverviews
#AIPolicyandSkillingLab
#AIUntukKreator
#AJI
#AJIIndonesia
#akademidigital
#AlamSehatLestari
#Algorocks
#AMI
#AMIAwards
#AMSI
#AnalisisData
#analysysmasonreport
#Android
#AndroidSecurity
#APACSustainabilitySeedFund
#Apigee
#Aplikasi
#AppHub
#ArtificialIntelligence
#Aruna
#ASEAN
#AsiaPacific #GoogleNewsInitiative
#AsosiasiGameIndonesia
#AsosiasiGamesIndonesia
#ASRI
#AstraFinancialIndonesia
#AstraInternational
#AutomotiveInsights
#AVPN
#B20
#BainandCompany
#Bangkit
#Bangkit2021
#Bangkit2022
#Bangkit2023
#Bangkit2024
#Bard
#Bard Advanced
#BardBahasaIndonesia
#Bawaslu
#BCA
#Beauty
#BeautyandPersonalCare
#BeautyTrends
#BebrasIndonesia
#Belajarid
#BerlangganandenganGoogle
#BerubahDigital
#Bicarakanid #Terbaik2022 #PlayStore
#BigQuery
#BijakMemilih
#BRANDCAST
#BrandInsights
#BRI
#BRIN
#BSSN
#BuildwithAI
#BusinessSite
#Canvas
#capstoneproject
#CareerFair
#Cashless
#CDP
#CekFakta
#CekFakta #HariCekFaktaInternasional
#CeritaUMKM
#CertifiedEducator
#chirp
#Chrome
#Chromebook
#ChromeVox
#Circletosearch
#Classroom
#ClassroomAnalytics
#cloud
#CloudComposer
#cloudcomputing
#CloudNext
#CloudNext23
#cloudnext24
#CloudPartnership
#CloudSecurity
#CloudSkillsBoost
#CloudSQL
#CloudVisionAPI
#codey
#Cookies
#Course
#Cybersecurity
#DANA
#DanceChallenge
#DataAnalytics
#DataEngineer
#Dataprivacy
#DecodeGoogle
#DecodewithGoogle
#DecodingDecision
#Deepfake
#DeepMind
#DemandGen
#DemoDay
#DestinationInsights
#Developer
#developerstudentclubs
#developerstudentclubs #GDSCID2022
#DeveloperTraining
#DewanPers
#DiamondAward
#DiamondPlayButton
#DigitalBreezeInteractive
#DigitalEntrepreneurshipAcademy
#DigitalFirstNewsroom
#DigitalGrowthProgram
#DigitalInnovationNetwork
#DigitalMarketing
#DigitalSkilling
#DigitalTalentScholarship
#DOKU
#Doodle
#DreamScreen
#DreamsStudio
#DTS
#DuetAI
#DuetAIforGoogleCloud
#duetaiforworkspace
#EarthDay
#ecommerce
#EconomicContribution
#eConomySEA2022
#eConomySEAReport
#EducationPlus
#eFishery
#EkonomiSirkular
#ElectricVehicle
#EnvironmentalJournalism
#EternalDreamStudio
#EventTicketsCenter
#ExperimentBard
#Finance
#FinanceTrends
#Firebase
#Fishku
#FlexingLocal
#FlipPhone
#Flutter
#FNB
#FoldablePhone
#FoodandBeverage
#FoodTrends
#FoundersAcademyAPAC
#Freya
#FutureofEducation
#futurofeducation
#G20
#G4ID2022
#G4M
#GA4training #GA4 #GoogleAnalytics4 #GoogleAnalytics
#GAC
#GambirStudio
#Game
#GameDeveloper
#Games
#Gaming
#Ganjar
#GapuraDigital
#GCC
#gdocs
#GDSC
#Gemini
#Gemini1.5Pro
#GeminiAdvanced
#GeminiNano
#GeminiPro
#GeminiUltra
#genAI
#GenerationGoogleScholarship
#GenerativeAI
#GFE
#GfS
#GfS; #GoogleforStartups; #GoogleforStartupsAccelerator; #EkonomiSirkular
#GfS; #GoogleforStartups; #GoogleforStartupsAccelerator; #IndieGamesAccelerator #GFSwomenFounders #WomenFounders #StartupAcademy #UnityPlay
#GFSA
#Gibran
#GKE
#GlobalFishingWatch
#GlobalForestWatch
#Glutara
#gmail
#gmeet
#GML2024
#GNI
#GNI #GoogleNewsInitiative #IMA #IndependentMedia Accelerator #Tempo #AJI #AMSI
#GNIIndonesiaTrainingNetwork
#GNIInnovationChallenge
#GNIStartupsLab
#GNIStartupsLab #GoogleNewsInitiative #GNI
#GNIYouthVerificationChallenge
#GNIYouTube
#GoDigitalASEAN
#GoogelMerchantCenter
#Google.org
#Google4ID
#Google4ID2018
#GoogleAdMob
#GoogleAds
#GoogleAdSense
#GoogleAIUntukIndonesiaEmas
#GoogleAnalytics
#GoogleArtandCulture
#GoogleAssignments
#GoogleAssistant
#GoogleBerita
#GoogleBusinessProfile
#GoogleBusinessProfiles
#GoogleCalendar
#GoogleCareerCertificates
#GoogleChat
#GoogleClassroom
#GoogleCloud
#GoogleCloud #aiRetail #VertexAIvision #machinelearning
#GoogleCloud #TelkomIndonesia #GoogleCareerCertificates #GoogleforStartupsCloudProgram #GFS #GoogleforStartups
#googlecloudnext
#googlecloudnext2024
#GoogleCloudSummit
#GoogleDeveloper
#GoogleDeveloperGroups
#GoogleDevelopers
#GoogleDeveloperStudentClubs
#GoogleDocs
#GoogleEarth
#GoogleEarthTimelapse
#GoogleEdu
#GoogleFlights
#GoogleforEdu
#GoogleforEducation
#GoogleforIndonesia
#GoogleforIndonesia #Google4ID #G4ID2022
#GoogleforIndonesia #Google4ID #G4ID2022
#GoogleForm
#GoogleforMedia
#GoogleforStartup
#GoogleforStartups
#GoogleforStartups; #StartupAcademyIndonesia
#GoogleforStartupsAccelerator
#GoogleforStartupsCloudProgram
#GoogleIO
#GoogleKubernetesEngine
#GoogleLabs
#GoogleLens
#GoogleMaps
#GoogleMapsAPI
#GoogleMapsReviews
#GoogleMarketingLive
#GoogleMarketingPlatform
#GoogleMeet
#GoogleNews
#GoogleNewsInitiative
#GoogleOne
#Googleorg
#GooglePasswordManager
#GooglePhotos
#GooglePlay
#GooglePlayAcademyStudyJam
#GooglePlayBooks
#GooglePlayProtect
#GoogleSafetyCenter
#GoogleSearch
#GoogleSearchCentral
#GoogleSheets
#GoogleSlides
#GoogleSolutionChallenge
#GoogleTranslate
#GoogleTravelInsights
#GoogleTrends
#GoogleWorkspace
#GoogleWorkspaceEdu
#GoogleWorkspaceIndividual
#GrowwithGoogle
#GSC
#GWG
#GWG2023
#GWGCareerFair
#HabibulQuran
#Haribatiknasional2023
#HariBumi
#HariCekFaktaInternasional
#HariImlek
#HariKartini
#HariKelautanNasional #GoogleforStartups #ArunaIndonesia
#HariKeluargaNasional
#HariPersNasional
#HariPuisiNasional
#HariUMKMNasional
#HariUMKMNasional2022
#HariUMKMNasional2023
#Hiburan
#HireHub
#hoaks
#holidayscam #giveawayscam
#howsearchworks
#HPlipat
#HUTJakarta496
#HUTRI
#HUTRI78
#I/O2023
#I/O2024
#I/O2024 #Gemini
#IMA
#imagen
#ImpactReport2023
#Impactto
#ImSuperShy
#INCO
#IndependentJournalist
#IndependentMediaAccelerator
#IndieGamesAccelerator
#IndieGamesGroupsIndonesia
#Indonesia
#IndonesianWomeninGame
#Infinix
#Influencer
#IniRamadanKita
#InspirewithGoogle
#InternationalFactCheckingDay
#InternationalWomen'sDay
#IO
#IO2023
#IOH
#ITsupport
#ITSupportCertificate
#Jakarta
#Jakarta #KoinWorksNEO
#JakartaAIResearch
#JetpackCompose
#Jomblove
#JournalistStudio
#JuaraAndroid
#JuaraAndroid #GoogleDevelopers #GoogleDevelopersIndonesia
#JuaraGCP
#jurnalismeberkualitas
#KalbeDigitalLab
#KampusMerdeka
#Kemdikbud
#Kemdikbudristek
#KemendikbudRistek
#Kemenkop
#Kemenparekraf
#Keuangan
#KitaLulus
#KoinWorks
#Kominfo
#Kompascom
#KopiKenangan
#KPPU
#KPU
#kreator
#Kumpul
#KunalSoni
#Label
#LapakIn
#LaporanKeamananIklan
#LaporanTransparansiIklan
#LauraMaeMartin
#lawanhoaks
#LeangKarampuang
#LearnLM
#LensMaps
#LensView
#LenteraNusantara
#LiterasiDigital
#LLM
#LocalNewsFoundry
#LTI
#LukisanGua
#LunarNewYear2023
#LunarNewYear2024
#MachineLearning
#MadeOnYouTube
#Mafindo
#MagnusDigitalIndonesia
#Maps
#MediaandEntertianment
#MediaBriefing
#MenKopUKM
#merdekabelajar
#MikeJittivanich
#Mindtera
#MiniG4M3
#MinistryOfTourism
#Misinformasi
#MITRAISE
#MitraNetra
#mobiledevelopment
#MOH
#MyAdsCenter
#NajwaShihab
#Narasi
#Naratik
#NationalPressDay
#NationalSMBDay
#Neal'sletter2024
#NeatTip
#NewFeature
#NewJeans
#NewsEquityFund
#NewsShowcase
#next24
#NijiGames
#Noice
#NotebookLM
#nuMetagen
#Octopus
#OwnGames
#OxfordEconomics
#PaLM
#PasarMIKRO
#PauseDulu
#PaymentOption
#PedomankomunitasYouTube
#Pemilu
#pendidiktersertifikasi
#PerformanceMax
#perpresjurnalisme
#PersonalLearning
#Pinpoint
#Play
#PlayAcademy
#PlayBest2023
#PlayStore
#PowerSchool
#PracticeSets
#prebunking
#PrivacySandbox
#productivity
#ProductivityTips
#ProductManager
#ProfilBisnis
#ProgramIT #Bangkit #GoogleCareerCertificates #GCC #GDSC #GSC #GoogleDeveloperStudentClub #GoogleSolutionChallenge
#ProgramPerlindunganLanjutan
#ProjectGreenLight
#ProjectManagement
#Publisher
#PusatIklan
#PusatTransparansiIklan
#Putri Alam
#PutriAlam
#Ramadan2024
#RandyJusuf
#ReadAlong
#RecheckSebelumKegocek
#RechekSebelumKeGocek
#Remix
#ResourceTab
#responsibleAI
#Revenue
#RichResultsTestTool
#RiggedBoxSoftworks
#rutekhususmotor
#SaferInternetDay
#SaferInternetLab
#SaferLearning
#SaferwithGoogle
#Safety&Security
#SAIL
#Samples
#Samsung
#SandiagaUno
#SchoolwithGoogle
#SchoolwithGoogle#LessonLibrary
#Screencast
#SDG #developer
#Search
#SearchAds
#SearchCentral
#SearchConsole
#SearchConsoleTraining
#SearchFundamentals
#Searchgallery
#SearchLabs
#SearchOfftheRecord
#sekolahkebangsaan
#SEO #Search #GoogleSearch
#SeribuKartini
#sertifikasi
#SGE
#Shorts
#SIS
#SMBInternationalDay #GoogleFacilitator #DigitalEntrepreneurshipAcademy
#SMBInternationalDay #GoogleFacilitator #DigitalEntrepreneurshipAcademy
#SMESCO
#SMSI
#SolutionChallenge
#SolutionChallenge2023
#SolutionChallenge2024
#SolveforSustainability
#StartupAcademyIndonesia
#StartupCampus
#StikerBaru
#StreetView
#StudyJams
#Suaracom
#SubscribewithGoogle
#subseacable #kabelbawahlaut #googlecloud
#SundarPichai
#Sustainability
#Swirl
#TagManager360
#TamiAulia
#Tech
#Technology
#TechTrends
#TeDi
#telkomsel
#Temasek
#TentangAnak
#TentangGambarIni
#TentangHasilIni
#TetenMasduki
#TextToSpeech
#TheAnywhereSchool
#TheAsiaFoundation
#ThinkPolicy
#ThinkTech
#ThinkwithGoogle
#Tips
#Tools
#Top10DemoDay
#Toyota
#TrackingProtection
#TranslationHub
#Transportation
#TravelInsights
#traveloka
#TravelTrends
#Trends
#TrustedMediaSummit #AJI #GNI
#TularNalar
#UMKM
#Unity
#UnityCertifiedAssociate
#UnityProTraining
#University
#UTDI
#UXdesign
#ValentineDay
#Veo
#vertexAI
#Video360
#Vidio
#Virtual Try-On
#WillieSalim
#Wisnu
#WomenDevelopersAcademy
#WomenFoundersAcademy
#WomenProgram
#WomenWill
#WonderReader
#WorkInTech
#Workspac
#Workspace
#WorkspaceforEducation
#WorldTourismDay #TravelInsights #2022 #GoogleTrends #DestinationInsights
#YearInSearch
#YearinSearch2021
#YearinSearch2022
#YearinSearch2023
#YIS2022
#YIS2022 #Umroh #halal #Muslim #MakananMinuman
#YolandaSastra
#YossiMatias #AI
#YouTube
#Youtube #Youtubeadsleaderboard
#YouTubeCreator
#YouTubeCreatorProgram
#YouTubeEndOfYear
#YouTubeEOY2023
#YouTubeHealth
#YouTubeImpactReport
#YouTubeInnovationFunding
#YouTubeKids
#YouTubeMusic
#YouTubeNews
#YouTubeNewsCreatorWorkshops
#YouTubeRewind
#YouTubeSearch
#YouTubeShorts
#YouTubeWorksAwards
#YouTubeWorksSEA
#YukPahamiPemilu
4AI
AI
AI Challenge
AIbootcamp
Akun Google
Alifah Ratu Saelynda
Andi Zuhaerini
Android
art camera
Asian Games
Asisten Google
Atta Halilintar
Bahasa Jawa
Bahasa Sunda
batik
Beasiswa
BumperAds
cardboard
cloud
consumerinsights
Copyright
Copyright Match Tool
Creators For Change
Datally
DestinationInsights
Developer
Developer Student Clubs
Developers
Dicoding
Doodle
Ekonomi Internet
Ekosistem Leuser
EnvironmentalInsightsExplorer
Faculty Training
Game Developer
ganjil genap
GiniGiniGoOnline
google
Google Account
Google Ad Manager
Google Ads
Google Assistant
google bisnisku
Google Developers
Google Developers Kejar
Google Developers Kejar 2018
Google Earth
Google Go
Google Indonesia
Google Maps
Google Marketing Platform
google my business
Google News
Google Penelusuran
Google Photos
Google Play
Google Play Protect
Google Search
Google Translate
Google Untuk UKM
Google Untuk UKM 2018
Google.org
googlecloud
googlecloudplatform
GoogleKubernetesEngine
Googlesearch
HAkA
Iklan YouTube
Indonesia Android Kejar
Internet Economy
IWAPI
Job on Google Search
Kartu Hadiah
Kementerian Perindustrian
konsumen
Leaderboards
Lunar New Year
Machine Learning Crash Course
Made with AI
MajuRameRame
monas
Motor
Mudik
navigasi
Next Billion Users
Otomotif
Photoscan
Putri Sudewi
Ramadan
retail
riset
rute khusus motor
Sahabat Go Digital
sangiran
Search
ShadowPlay
Student Developer Clubs
Temasek
TensorFlow
Think with Google
thinkwithgoogle
travel
UKM lokal
YouTube
Youtube Creators
YouTube FanFest
YouTube FanFest Live Show
YouTube FanFest Showcase
YouTube Go
YouTube Indonesia
YouTube Kids
YouTube Music Session
YouTube NextUp
YouTube Pop
YouTube Pop-up Space
YouTubeAds
YTFFID
Archive
2024
Jul
Jun
May
Apr
Mar
Feb
Jan
2023
Dec
Nov
Oct
Sep
Aug
Jul
Jun
May
Apr
Mar
Feb
Jan
2022
Dec
Nov
Oct
Sep
Aug
Jul
Jun
May
Apr
Mar
Feb
Jan
2021
Dec
Nov
Oct
Sep
Aug
Jul
Jun
May
Apr
Mar
Feb
Jan
2020
Dec
Nov
Oct
Sep
Aug
Jul
Jun
May
Apr
Mar
Feb
Jan
2019
Dec
Nov
Oct
Sep
Aug
Jul
Jun
May
Apr
Mar
Feb
Jan
2018
Dec
Nov
Oct
Sep
Aug
Jul
Jun
May
Apr
Mar
Feb
Jan
2017
Dec
Nov
Sep
Aug
Jul
Apr
Mar
Feb
2016
Dec
Nov
Oct
Feed